SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Suplai Bahan Baku Terbatas, Produsen Gula Merah Kebumen Diujung Tanduk

Suplai Bahan Baku Terbatas, Produsen Gula Merah Kebumen Diujung Tanduk



KEBUMEN, Kebumen24.com- Sejumlah produsen gula di Kebumen sedang berada pada titik tersulit menghadapi kehilangan potensi pendapatan. Hal itu disebabkan belakangan ini suplai bahan baku gula rafinasi untuk dijadikan olahan gula merah sangat terbatas.

Salah satu produsen gula merah Teguh Heriyanto (33) mengungkapkan, sejak delapan tahun menggeluti dunia usaha produksi gula olahan. Baru kali ini ia mengalami kesulitan mencari bahan baku. Terlebih, keadaan semakin parah seiring meroketnya modal yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku.

'Kekurangan bahan baku mulai memasuki bulan Januari. Sebelumnya tidak pernah seperti ini, paling telat satu atau dua hari," ungkap dia, saat ditemui Sabtu, 7 Maret 2020.

Disebutkan, meski para produsen tetap melakukan produksi, namun intensitas produksi tidak seperti biasa. Jika sebelumnya, setiap hari ia mampu mengolah gula rafinasi sebanyak 2 ton sedangkan untuk saat ini rata-rata hanya mencapai 3 kwintal per hari.
 "Semua yang produksi merasakan sama. Per hari bisa 2 ton, sekarang stok itu untuk satu minggu," jelasnya.

 

Produsen gula merah yang merupakan warga Desa Wanadadi, Kecamatan Buayan tersebut merasa perihatin dengan keadaan ini. Kelangkaan pasokan bahan baku tidak hanya berdampak pada omset penghasilan. Melainkan usaha yang ia geluti juga menjadi penopang mata pencaharian tujuh orang pekerja.

Dari omset 25 juta sekarang menurun separuhnya. Pertimbangan lain yang kerja juga jadi kurang tidak stabil, kita juga memikirkan. Sehari kemarin bisa dapat Rp 100 ribu, sekarang jadi Rp 20-40 ribu," terang Teguh.

Ia menambahkan, persoalan ini dapat menjadi atensi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang bertumpu pada kepentingan pelaku usaha. Mengingat potensi hasil produksi gula merah khas Kebumen cukup menjanjikan. Buktinya, pangsa pasar gula merah Kebumen hampir merambah seluruh wilayah di Jawa Tengah bahkan hingga Jawa Timur.

"Mungkin dari pemerintah ada peninjauan langsung, biar tahu kendala dibawah seperti apa. Kami tidak minta lebih tapi bisa berjalan stabil karena area pemasaran kita sudah sampai Jogja, Semarang, Purworejo, Salatiga paling jauh Magetan," paparnya.

 

Diketahui, Koperasi Swadaya Mandiri Perkasa (SMP) Perwakilan Kebumen selaku wadah pelaku usaha produsen gula merah sejak beberapa bulan terakhir mengalami pemangkasan 65% pasokan bahan baku gula rafinasi dari Kementerian Perdagangan. Koperasi yang membawahi empat Kabupaten yakni Kebumen, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara ini setiap minggu dijatah hanya 35 ton untuk mencukupi 60 anggota.

"Dari sekian banyak koperasi hanya tujuh yang diberi kepercayaan untuk mendistribusikan gula ravinasi dari Kementerian Perdagangan. Dengan adanya ini, banyak dapur yang tidak ngebul," ucap Kepala Unit Koperasi SMP, Anwar Musthofa.

Diterangkan, pemangkasan itu dirasakan setelah adanya kebijakan baru dari Kementerian terkait yang mengatur mengenai pendistribusian gula rafinasi. Meski demikian, pihaknya terus berupaya mencari jalan terbaik untuk menjaga keberlangsungan pelaku usaha.

"Kita masih menunggu regulasi baru dari Kementerian Perdagangan yang mengatur distribusi bahan baku melalui koperasi kepada anggota. Dari koperasi sebisa mungkin mencukupi kebutuhan mereka," tutupnya. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments