SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Soal ‘’Social Distancing’’, Begini Tanggapan Tiga Ulama Muda Di Kebumen

Soal ‘’Social Distancing’’, Begini Tanggapan Tiga Ulama Muda Di Kebumen



KEBUMEN, Kebumen24.com- Meningkatnya jumlah ODP dan PDP Virus corona di Kabupaten Kebumen, membuat kekawatiran tersendiri bagi Pemkab dan sejumlah pihak. Berdasarkan data pemkab kebumen hingga Senin 23 Maret 2020, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kebumen naik secara drastis. Yaitu dari 234 menjadi 290 ODP, sedangkan PDP atau biasa disebut dengan istilah suspect corona, menjadi 23 pasien.

Untuk itu masyarakat diminta agar bersama sama meningkatkan kewaspadaan dengan cara menjaga kebersihan dri dan menggaungkan kembali gerakan hidup sehat dan sering mencuci tangan dengan sabun.

Selain itu, pemkab kebumen juga telah memberlakukan larangan untuk sejumlah kegiatan yang mendatangkan kerumunan atau massa. Seperti kegiatan event-event hiburan, bazar, olahraga, seni, pasar malam termasuk di dalamnya kegiatan di lingkungan Pemkab Kebumen yang mendatangkan banyak orang dihentikan atau ditunda sementara. Masyarakat juga diminta untuk menerapkan perilaku social distancing demi menghambat penyebaran Virus Corona tersebut.

Selanjutnya untuk para guru di sekolah juga sudah mulai diliburkan dan di sekolah hanya boleh ada guru yang mendapat piket. Kepada seluruh masyarakat diminta untuk dapat memahami kebijakan tersebut. Ditambah maklumat dari Polri yang telah mengumumkan untuk melarang kegiatan-kegiatan seperti memnggelar resepsi pernikahan yang mendatangkan banyak orang di saat kondisi situasi maraknya corona seperti ini maka akan dikenakan sangsi.

Kebijakan tersebut ditempuh semata-mata sebagai bentuk pencegahan semaksimal mungkin dan akan diberlakukan sesuai rencana awal yakni 28 Maret 2020. Namun bila situasi tak memungkinkan, bisa saja itu diperpanjang.

Gus Fachrudin Achmad An Nawawi pengasuh Ponpes Alhasani Alian

Terkait hal tersebut, Tiga Ulama muda Nahdatul Ulama (NU) Kebumen, Gus Fachrudin Achmad An Nawawi, Gus Asyhari Muhammad Alhasani, dan Gus Lukman Hasan mendukung upaya yang dilakukan pemerintah dan berharap masyarakat dapat mematuhinya.

Gus Fahrudin Achmad Annawawi yang merupakan pengasuh pondok pesantren Al Hasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian mengatakan, himbaun pemerintah kepada masyarakat ini jangan dianggap sepele dan layak di patuhi. Untuk itu masyarakat jangan menganggap enteng terkait bahayanya virus corona. Terkait Sosial Distancing, pihaknya juga mendukung dan meminta masyarakat agar dapat melaksanakan.

Salah satu cara yang terpenting saat ini menurut gus Fachru adalah, masyarakat harus selalu menjaga kekebalan imun tubuh dan pola hidup bersih dengan sering berwudhu dan juga sering membaca Sholawat.

‘’ Mari kita patuhi himbauan pemerintah, jangan sekali kali menyepelekanya, ini tidak main main,’’ajaknya, Selasa 24 Maret 2020.

Dalam hal ini Gus Fachru juga mengaitkan dengan sebuah dalil Dari 'Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah, yang menjelaskan bahwa ‘’ Suatu ketika Umar bin Khatthab pergi ke Syam. Setelah sampai di Saragh, dia mendengar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Maka 'Abdurrahman bin 'Auf mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) telah bersabda: 'Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya.' Maka Umar pun kembali dari Saragh. Dan dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah; bahwa Umar kembali bersama orang-orang setelah mendengar Hadits Abdurrahman bin Auf". (Shahih Muslim).

‘’Ini dalil shahih, jadi mari kita pahami, saya banyak melihat masyarkat sekarang masih banyak yang keliru dan beranggapan seolah olah masyarakat sekarang lebih takut dengan corona ketimbang alloh. Menurut saya bukan seperti itu, untuk itu mari pahami dalil di atas agar kita tidak salah paham,’’tegas Gus Fachru.

Gus Asyahri Al Hasani Ketua Pagar Nusa Cabang Kebumen

Hal senada juga diungkapkan Gus Asyhari Muhammad Alhasani dan Gus Lukman AL Hasani, keduanya juga sepakan dengan intruksi pemerintah terkait larangan kegiatan acara yang dapat mendatangkan keramaian atau orang banyak di saat marak virus corona.

Menurut mereka,sudah jelas pemerintah gencar mensosialisasikan tentang proses penularan virus corona tersebut. salah satunya Penularan virus corona bisa terjadi melalui Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin. Kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan

‘’Menurut kami, pemerintah sudah tepat mengambil lakngah, masyarakat tinggal mengikutinya saja, toh ini demi kebaikan bersama dan tidak melanggar sedikitpun dengan aturan agama,’’ucapnya.


UIntuk itu,
yang terpenting masyarakat sekarang adalah terus senantiasa berdoa dan berihtiar agar terhindar dari wabah virus corona. Salah satunya dengan cara memperbanyak mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi untuk menjaga kekebalan tubuh.seperti jantung pisang misalnya, mereka meyakini dengan sering mengkonsumsi makan itu dapat memiliki daya tahan kekebalan tubuh agar terhindar dari segala virus maupun penyakit lainya.

‘’ Sudah saatnya masyarakat berfikir maju, jangan mudah termakan berita hoax, agama itu mengajarkan kita untuk senantiasa berdoa dan berusaha, bukan pasrah dan hanya berkata ‘ kalo takdirnya kena corona ya kena corona, hal itu sangat saya sayangkan jika masyarakat berfikir seperti itu,’’ungkap kedua Gus Hary dan Gus Lukman. (K24/THR)


Post a Comment

0 Comments