SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Positif, Pasien Yang Meninggal di PKU Muhamadiyah Sruweng Bukan Karna Corona

Positif, Pasien Yang Meninggal di PKU Muhamadiyah Sruweng Bukan Karna Corona



KEBUMEN, Kebumen24.com – Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugianto SH yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Kebumen menjelaskan, bahwa Pasien yang meninggal pada Sabtu 21 Maret 2020 pagi saat dirawat pada ruang isolasi di PKU Muhammadiyah Sruweng belum bisa dikatakan positif Corona lantaran belum dilakukan Swab tenggorokan.

Hal itu Ia tegaskan pada acara jumpa Pers di Posko Covid 19 Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen, Sabtu malam 21 Maret 2020.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Dwi Budi Satrio, Wakil Ketua DPRD Bagus Setiyawan, Direktur RS PKU Muhamadiyah Sruweng dr. Hasan Bayuni dan sejumlah awak media cetak maupun elektronik.

Dijelaskan oleh Wabup Arif, Pasien berjenis kelamin laki-laki, warga Kecamatan Pejagoan yang meninggal itu sebelumnya telah menjalani perawatan selama lima hari di RS PKU Sruweng. Selain itu pasien juga memiliki riawayat mengidap penyakit paru paru. Lantaran kondisi pasien kian memburuk akhirnya pasien pun meninggal dunia.

"Pasien diketahui mempunyai riwayat penyakit paru paru, Korban meninggal sebelum dilakukan swab, jadi belum bisa kita pastikan positif terkena virus corona,"tegas Wabup Arif.

 

Kendati begitu, sebagai upaya untuk mencegah dan mengantisipasi penularan virus corona, Pemkab Kebumen tetap mengambil langkah yaitu dengan melakukan karantina terhadap rumah pasien yang meninggal. Kepada keluarga yang pernah bersinggungan juga dilakukan pengawasan selama dua minggu kedepan. Selain itu, keluarga juga mendapat  bantuan makanan, dan rumah korban di semprot disinfektan untuk sterilisasi.

“Meski belum bisa dikatakan positif corona, Pemkab Kebumen tetap akan melakukan karantina terhadap rumah pasien yang meninggal. Dan tentu kita juga akan memberikan bantuan makanan bagi keluarganya,”imbuh Wabup.

Sementara itu, Direktur RS PKU Muhamadiyah Sruweng, dr. Hasan Bayuni mengungkapkan, meski pasien yang meninggal karena pneumonia, akan tetapi bukan berarti positif corona. Korban meninggal sebelum lakukan Swab tenggorokan lantaran rumah sakit swasta selama ini belum diperkenankan melakukannya. Swab sendiri hanya boleh dilakukan untuk rumah sakit pemerintah.

‘’ Seiring dengan kebijakan yang baru, rumah sakit swasta baru boleh melakukan swab mulai hari ini (Sabtu 21/03/2020) yang kemudian diserahkan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Yogkakarta. Itupun harus menunggu tiga sampai empat hari baru bisa diketahui hasilnya,"terangnya.

Seperti diketahui, hingga Sabtu 21Maret 2020 kemarin sudah terdapat 152 orang di Kebumen yang masuk kategori orang dalam pengawasan (ODP). Sedangkan kasus pasien dalam pengawasan (PDP) sendiri, kini sudah sebanyak 15 orang. Adapun dua kasus sebelumnya telah terkonfirmasi negatif corona yaitu warga Rowokele dan Karangsambung. (K24/THR)

Post a Comment

0 Comments