SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Pelajar SMK Tamtama Karanganyar Ciptakan Aplikasi Anti Begal

Pelajar SMK Tamtama Karanganyar Ciptakan Aplikasi Anti Begal



KARANGANYAR, Kebumen24.com- Bagi pengendara sepeda motor kini tak perlu merasa khawatir akan ancaman begal ketika melakukan perjalanan. Pasalnya, dua pelajar SMK Tamtama Karanganyar Kabupaten Kebumen telah berhasil membuat sebuah gebrakan baru dengan menciptakan aplikasi anti begal.

Kedua remaja tersebut adalah Riky Dwi Ardi dan Rikun, pelajar kelas XII jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Berbekal kreatifitas dan disiplin ilmu yang dipelajari keduanya, mereka mampu menghasilkan inovasi teknologi aplikasi berdaya guna. Setidaknya, aplikasi yang dibuat memakan waktu sekitar satu bulan tersebut dapat menciutkan nyali seseorang yang hendak berniat jahat ketika berada di jalan.


Riky menjelaskan, awal pertama ide membuat aplikasi anti begal itu muncul saat sebelumnya sebagian siswa dapat menciptakan kunci otomatis sepeda motor menggunakan sensor suara. Berangkat dari maraknya pemberitaan mengenai kejahatan di jalan, kemudian ia tercetus untuk mengembangkan menjadi alat anti begal melalui sebuah aplikasi di smartphone. "Jadi kita merancang bagaimana caranya tidak sekedar untuk menyalakan dan mematikan motor. Bersama teman dan guru pendamping akhirnya jadi aplikasi anti begal," paparnya, Rabu 4 Maret 2020.

Saat ditemui, ia mempraktekan cara kerja aplikasi yang dibuat. Dijelaskan secara rinci aplikasi anti begal ini dapat digunakan apabila telah terpasang alat tambahan khusus yang terpasang pada sepeda motor. Pengendara sepeda motor cukup mengaktifkan aplikasi Andromotor yang berada pada smartphone ketika mengalami keadaan darurat. Maka dengan sendirinya mesin sepeda motor akan mati dan mengeluarkan bunyi sirine cukup keras melalui klakson untuk menarik perhatian masyarakat yang berada di lokasi.

 "Tinggal tekan tombol aktifasi pada aplikasi mesin motor akan mati sendiri," terangnya.

Selain menekan tombol pada aplikasi, Riky menambahkan, aplikasi ini juga dapat digunakan sejauh radius 50 meter melalui sensor suara. Cukup mengucapkan kata 'Begal' maka mesin sepeda motor akan mati meski mencoba untuk dihidupkan.

 "Dari jarak jauh juga bisa aktif dengan bantuan sensor suara," ujarnya.

 

Sementara, Kepala SMK Tamtama Karanganyar Susilo Utomo mengatakan, menerapkan konsep pembelajaran Internet Of Think (IOT). Melalui potensi dan kreatifitas para siswa diajak mengembangkan pemanfaatan internet tidak hanya sekedar sibuk di lingkaran dunia maya, melainkan dapat menciptakan suatu terobosan baru yang bermanfaat untuk membantu aktifitas masyarakat.

 "Kita tidak pernah membatasi kreatifitas anak, guru hanya memberikan dasar pembelajaran dan penerapan pengembangan internet untuk banyak orang," ucap Susilo.

Susilo berharap, munculnya inovasi yang dibuat oleh siswanya itu dapat menekan angka kejahatan dan kriminalitas di jalan. Selain itu, bagi masyarakat yang berminat memasang aplikasi anti begal, ia mempersilahkan untuk datang langsung ke SMK Tamtama Karanganyar.

"Mudah-mudahan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kalau berkenan monggo datang ke sekolah. Mengenai harga cukup murah Rp 300 ribu sudah sekalian pasang dan uangnya nanti juga untuk income siswa," jelasnya.

Saat ini, sebut Susilo, telah tercipta sedikitnya 20 produk kreatifitas siswa yang bersentuhan langsung dengan aktifitas manusia. Mulai dari tempat sampah otomatis, saklar lampu otomatis, pendeteksi cahaya dan panas otomatis hingga powerbank berbahan limbah elektronik.

"Berkat kreatifitas yang dimiliki anak dan kerja keras guru pendamping sudah banyak yang dihasilkan untuk memudahkan kerja sehari-hari," tutupnya. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments