SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Pecinta Sejarah Menolak Jika Bangunan Bersejarah di Prembun Dibongkar

Pecinta Sejarah Menolak Jika Bangunan Bersejarah di Prembun Dibongkar



PREMBUN, Kebumen23.com - Komunitas Pegiat Heritage Prembun secara tegas menolak adanya rencana pembongkaran bekas Gedung Administrasi Pabrik Gula Premboen. Sebagai bentuk penolakan, para pecinta sejarah yang tergabung dalam Komunitas Pusaka Prembun (KUPU) memasang spanduk penolakan.  Komunitas ini juga menggalang dukungan atas kelestarian bangunan ex Remboen Sukerfabriek atau pabrik gula Prembun tersebut.

Berkaitan dengan penataan ulang bangunan dan lahan sekolah, tersiar kabar Gedung yang kini menjadi bagian dari SMP Negeri 1 Prembun itu, rencana akan bongkar. Bahkan, dikabarkan pula proses lelang pembongkaran gedung telah selesai dilaksanakan. Adapun proses eksekusinya hanya tinggal menunggu waktu saja dan akan dilaksanakan oleh pemborong.


Komunitas Pegiat Heritage Prembun Sri Kusumastuti menyayangkan Jika sampai gedung tersebut dirobohkan. Hal itu mengingat gedung tersebut memiliki nilai sejarah. Menurutnya gedung itu merupakan salah satu bukti penting keberadaan pabrik gula di Wilayah Kecamatan Prembun.

“Kami sangat menyayangkan, karna gedung Ini menjadi bukti, bahwa dulu di sini pernah ada pabrik gula. Gedung ini bersejarah. Sayang kalau dibongkar,” tuturnya, baru baru ini.

Dijeaslkan Sri, bangunan tersebut merupakan sebuah potensial cagar budaya. Dalam hal ini pihaknya juga mengklaim telah mendapatkan dokumen dari Balai Cagar Budaya Jawa Tengah. Untuk itu seharusnya Pemkab Kebumen mendasarkan kebijakannya pada dokumen tersebut.

  “Bangunan Ini sudah masuk sebagai potensial cagar budaya,” jelasnya.

Sebagai langkah penolakan, Komunitas Heritage Prembun pun menggalang petisi secara online. Bahkan Bukan itu saja, ,mereka juga membentangkan spanduk penolakan berisi tanda tangan warga.  Selain itu, pihaknya sudah mencoba berkomunikasi dengan Balai Pelestari Cagar Budaya dan Pemkab Kebumen.

“Sampai saat ini, kami masih menunggi respon konkrit dari Pemkab Kebumen,”imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Heritage Teguh Hindarto pun mengakui pelestarian aset heritage khususnya bangunan, memiliki banyak tantangan. Tuntutan kebutuhan ruang seringkali mengharuskan memakan korban bangunan lama. Menurutnya harus ada pemahaman bersama semua pihak, bahwa tak bisa dihindari akan ada peninggalan yang terpaksa mengalah.

"Saya berharap pemerintah daerah membuka komunikasi yang melibatkan semua pihak. Hanya dengan cara ini kita bisa menemukan solusi yang bisa mewadahi banyak kepentingan, sekalipun mungkin belum otimal," ungkapnya. (K24/ARTA)

Post a Comment

0 Comments