SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Nelayan Pesisir Selatan Kebumen Berharap Dibangun Pabrik Es Batu

Nelayan Pesisir Selatan Kebumen Berharap Dibangun Pabrik Es Batu



AYAH, Kebumen24.com- Berbicara kekayaan alam, Kebumen memiliki begitu banyak potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan masyarakat. Termasuk sektor perikanan di sepanjang pesisir selatan Kebumen.

Namun sayang, para nelayan sebagai pahlawan penyumbang PAD ini masih menemui kendala dalam memenuhi kebutuhan es balok untuk bahan baku pengawet ikan. Selama ini nelayan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) wilayah Kecamatan Ayah masih mengandalkan droping es balok dari Kabupaten tetangga.
  "Sudah bertahun-tahun saya jadi nelayan ngambil es batu dari Cilacap. Apa Kebumen tidak mampu bangun pabrik sendiri?," kata nelayan TPI Pedalen, Tarso (42) saat pertemuan bersama Anggota DPRD Kebumen di KUD Mino-Pawurni Ayah, Jumat, 20 Maret 2020.

Didampingi Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Kabupaten Kebumen, Bejo Priyono. Tarso mengutarakan keluhan tersebut sembari meminta kepada anggota DPRD Kebumen maupun instansi terkait untuk menjembatani agar segera terealisasi. Sebab, jika ada pabrik es di Kebumen dinilai dapat memangkas pengeluaran para nelayan.

"Siapapun lah, yang penting ada pabrik es batu. Masa harus beli kesana. Es batu itu bisa dibilang kebutuhan pokok para nelayan. Tanpa es batu ikan tangkapan bisa cepat busuk," imbuhnya.

Jika melihat penghasilan, ia mengungkapkan bahwa sektor perikanan di pesisir selatan Kebumen cukup menjanjikan. Setiap TPI rata-rata mampu menampung 1-2 ton tangkapan ikan. Belum lagi ketika cuaca mendukung dan musim panen ikan. Sedangkan masa penyimpanan hasil tangkapan ikan para nelayan ini sangat bergantung pada persediaan es balok. "Kalau dilihat TPI di Ayah saja sudah bagus hasilnya, ke timur lagi mungkin sama. Sehingga kami meminta pemerintah hadir untuk masalah ini," terangnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi B DPRD Kebumen Solatun didampingi anggota Suprijanto, Ahmad Annifudin, Munawar Cholil, Madkhan Anis menyampaikan, pihaknya akan menampung aspirasi dari nelayan khusunya di Kecamatan Ayah. Namun demikian, mengenai permasalahan itu sebelumnya telah disampaikan kepada Kementerian terkait.

"Waktu kunjungan ke Kementerian kita sudah sampaikan apa yang jadi kebutuhan nelayan di Kebumen termasuk itu. Kita tunggu dari sana seperti apa nanti," jelas dia.

Solatun sepakat bahwa dukungan di sektor perikanan termasuk adanya pabrik es balok sangat dibutuhkan. Hal itu sebagai upaya dalam meningkatkan penghasilan nelayan serta menjaga kualitas ikan hasil tangkapan.

"Prinsipnya, hasil perikanan di Kebumen ini luar biasa dan butuh perhatian khusus. Mulai dari alat tangkap dan support berupa pendirian pabrik es yang akan dirasakan manfaatnya oleh nelayan," paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kebumen, Mohammad Ashari menjelaskan, ia memandang bahwa Kebumen belum begitu perlu pendirian pabrik es. Mengingat, keterbatasan para nelayan hanya mencari ikan satu hari saja.

"Jadi di Kebumen ini kapalnya one day fishing atau satu hari langsung pulang. Sehingga ikan yang mudah busuk itu segera ditangani. Jadi memang itu perlu biaya. Tapi masalah utamanya ya itu tadi. Nelayan belum begitu perlu karena satu hari operasional," jelasnya.

Dilain sisi, jenis listrik yang harus digunakan jika ada pabrik es di pesisir Kebumen tidak sesuai dengan listrik saat ini.

"Masalahnya adalah bahwa listrik yang harus digunakan tidak sesuai. Karena disana kan listriknya satu phase. Padahal prakteknya harus tiga phase. Kabelnya juga mahal. Itu masalahnya," tutup Ashari. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments