SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Nekat Bobol Kamar Kos Di Kebumen, Seorang Residivis Asal Jakarta Di Bekuk Polisi

Nekat Bobol Kamar Kos Di Kebumen, Seorang Residivis Asal Jakarta Di Bekuk Polisi



KEBUMEN, Kebumen24.com – Apa yang dilakukan Bayu Kurniawan (31) Pria asal Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu terbilang nekat. Berbekal 310 anak kunci bekas, pelaku yang merupakan residivis ini melakukan sebuah aksi pencurian di sebuah kamar kos di Dukuh Kruwet, Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen baru baru ini.

Dalam melancarkan aksinya, tersangka yang pernah dihukum di Rutan Banyumas dalam kasus serupa itu, melakukanya dengan cara menggunakan anak kunci bekas. Meski sempat mengalami kesulitan, namun setelah beberapa kali mencoba akhirnya dia berhasil membuka pintu kamar kos tersebut.

Nekatnya lagi, ternyat tidak hanya satu kamar yang ia bobol, namun dua kamar sekaligus. Dari kamar penghuni kos bernama Nyai Junengsih (24) asal Purwakarta dan Wahnun Astika (21) asal Cilacap, tersangka berhasil menggondol dua unit laptop dan uang sebesar Rp 500.000. Setelah aksinya berhasil kemudian tersangka kabur dengan mengendarai sepeda motor miliknya.


Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat menggelar konferensi pers didampingi Kapolsek Sempor AKP Sugito mengatakan, pencurian itu diketahui setelah korban pulang dari kuliah mendapati pintu kamar kos tidak dalam keadaan terkunci. Korban pun kaget saat masuk kamar dalam kondisi acak-acakan. Setelah dicek, laptop dan uang tunai sudah tidak ada. Kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Sempor.

Polisi yang menerima laporan mendatangi lokasi kejadian. Selain memeriksa saksi, polisi juga memeriksa rekaman cctv di sekitar lokasi. Rekaman cctv itu kemudian disebar ke masyarakat. Saat tersangka hendak beraksi kembali, warga mengenali wajah seperti dalam rekaman cctv sehingga dilaporkan ke Polsek Sempor.

“Tersangka kemudian dilakukan penangkapan dan dibawa ke Mapolsek Sempor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKBP Rudy Cahya Kurniawan.



Selain menahan tersangka, dari kasus tersebut, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu dua laptop, satu unit sepeda motor, satu tas punggung, 310 anak kunci, dan satu dompet motif lorek.
 “Tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke-5e KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tandasnya. (K24/ARTA)

Post a Comment

0 Comments