SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Nasib Bocah Berusia Lima Tahun Di Kebumen, Kritis Akibat Dianiaya Ibu Tirinya

Nasib Bocah Berusia Lima Tahun Di Kebumen, Kritis Akibat Dianiaya Ibu Tirinya

Foto Istimewa : Saat Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjenguk korban di RSUD Purwokerto Jumat kemarin


KLIRONG, Kebumen24.com – Kasus kekerasaan dalam rumah tangga sepertinya kian lama tak ada habisnya, seperti halnya peristiwa di Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, jawa tengah. Seorang ibu tega menganiaya anak tirinya hingga kritis dan harus mendapat perawatan intensif di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Berdasarkan keterangan Dasino (45), salah satu perangkat setempat saat di konfirmasi Kebumen24.com mengatakan, peristiwa penganiayaan terhdap korban berinisial AN itu di ketahui pemerintah Desa pada Rabu 4 Maret 2020, kemarin. Saat itu pelaku berinisial ST (30), yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu membawa korban ke Bidan Desa untuk di periksa lantaran kondinya sedang pingsan.

Lantaran kondisi korban tidak kunjung sadar, akhirnya bidan manyarankannya untuk membawanya ke RSUD Soedirman Kebumen, Namun Pelaku menolak. Melihat sifat pelaku yang mencurigakan, bidan pun kemudian meminta bantuan pemerintah Desa untuk membawa korban ke Rumah sakit. Kemungkina karna sungkan, pelaku akhirnya menuruti saran Bidan dan membawa korban untuk di rawat di rumah sakit Kebumen. Meski begitu, Korban tetap tak sadarkan diri dan pihak rumah sakit merujuknya ke RSUD Purwokerto.

‘’ Saat itu saya mendapatkan laporan dari Bidan yang memeriksa korban, katanya kondisinya kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit Kebumen, namun pelaku enggan. Kemudian karna saya melihat korban tidak sadarkan diri, saya membawanya ke Rumah Sakit dan pelaku akhirnya menurutinya,’’ungkap Dasino kepada wartawan, Jumat 6 maret 2020, Malam.

Lebih jauh Dasino menceritakan, melihat kondisi korban di rumah sakit yang tidak kunjung sadar, pihaknya kemudian menaruh curiga kepada pelaku dan kemudian menanyakan apa penyebab korban tak sadarkan. Awalnya pelaku sempat enggan bercerita, namun karna ada geganjalan dari sakit yang dialami korban, Dasino kumudian meminta keterangan dari pihak para tetangga pelaku.

Dari situ dasino mendapat informasi bahwa pelaku merupakan warga yang baru sekitar 3 bulan tinggal di desanya bersama ibu pelaku dan korban. Sementara sang suami atau ayah korban kerja di Jakarta. Dari laporan para vwarga pelaku memang kerap menganiaya korban. Bahkan, para tetangga juga sering melihatnya secara langsung kalo korban sering dimarahi dan tak jarang juga sempat di pukul dengan kayu.

Adapun luka yang dialami anak tak berdosa itu, lanjut Dasino, yakni mengalami lebam di tubuh dan gegar otak. Bahkan korban, informasi terakhir menyebutkan korban dirawat di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

‘’ Setelah saya dapat infromasi dari para tetangga, katanya warga sering melihat korban di marahi dan bahkan di pukul dengan kayu, di tending, dan pernah juga tak di beri makan selama 2 hari oleh pelaku,’’imbuh Dasino, yang saat itu juga turut mengantar korban ke Rumah Sakit Purwokerto.

Dasino menjelaskan, setelah mengetahui apa yang di alami warganya itu, pihaknya kemduian diminta oleh warga melaporkanya ke pihak polisi, dan hingga kini kasus tersebut sudah di tangani Pihak kepolisian Polres Kebumen.

‘’Kami sudah melaporkanya ke pihak Polisi. Setelah mendapat laporan, saat itu juga pelaku langsung di bawa ke Polres Kebumen oleh petugas,’’terangnya.

Adanya kasus tersebut, Atas nama Pemrintah Desa Dasino sangat menyangkan dan berharap Pelaku segera di proses secara hokum yang berlaku. Disisi lain Ia juga berharap, kejadian semacam ini tidak terulang kembali.

Sementara itu, Pemkab Kebumen melalui  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dipermades P3A) bergerak cepat menangani kejadian seorang bocah perempuan yang menjadi korban ibu tiri di Kecamatan Klirong.

Jumat siang tadi, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Marlina Indriananingrum langsung mengunjungi korban di RSUD Margono Soekardjo Purwokerto. Kabar melegakan disampaikan Marlina Indriananingrum soal kondisi korban. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap korban. Termasuk biaya pengobatan akan diupayakan untuk ditanggung pemerintah.

 "Alhamdulillah sudah mulai membaik karena sudah mulai bisa ditransfusi dan kalau nanti terus membaik bisa segera dioperasi," kata Marlina via sambungan telfon tadi malam. (k24/thr)

Post a Comment

0 Comments