SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Munculnya Paslon Baru Dinilai Berpeluang Menangkan Pilkada Kebumen

Munculnya Paslon Baru Dinilai Berpeluang Menangkan Pilkada Kebumen

FOTO ILUSTRASI
KEBUMEN, Kebumen24.com- Menguatnya isu mengenai calon tunggal pada perhelatan Pilbup mendatang menuai banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Termasuk mantan Anggota DPRD Kebumen, Achmad Baedowi periode 2009-2014. Menurutnya, jika nanti akan muncul pasangan calon (paslon) baru, ia menilai akan berpotensi menangkan Pilkada.

Baedowi mengatakan, ketika mengingatkan pada Pilkada 2010 silam, dimana calon bupati yang muncul pada detik akhir justru meraih kemenangan.

"Masih ingat Buyar Winarso kan? Sejarah tersebut bisa saja terulang pada Pilbup 2020 nanti. Waktunya masih sangat mungkin sampai sebelum pendaftaran di KPU pada Juni," terangnya, Rabu, 11 Maret 2020.

Dipaparkan olehnya, saat Pilbup 2010 silam, tokoh asal Desa Wonokromo Kecamatan Alian itu diketahui sebagai kandidat baru. Sedangkan calon lain yang muncul pada waktu itu jauh muncul dipermukaan lebih awal. Bahkan, terdapat calon petahana bupati yang dijabat KH Nashiruddin Al Mansyur.

Lebih lanjut, melalui Pilkada putaran kedua, Buyar yang berpasangan dengan Djuwarni mampu mengalahkan Nashiruddin yang berpasangan dengan Probo Indartono. Adapun calon petahana wakil bupati yang kala itu dijabat Rustriyanto dengan pasangannya Rini Kristiani, serta kandidat lainnya, Poniman Kasturo yang berpasangan dengan Nur Atifatul Khoiriyah, sudah tersingkir pada putaran pertama.

Jika memang Buyar Winarso tidak maju dalam Pilbup 2020 nanti, maka kandidat baru yang seperti bersangkutan diyakini masih ada kesempatan untuk mengikuti pesta demokrasi langsung tersebut. Terlebih orang berpotensi asal Kebumen cukup banyak.

 "Kalau petahana bupati dan wakil bupati sekarang maju Pilbup 2020, saya kok memandang suasananya seperti Pilbup 2010," imbuh Baedowi.

Untuk diketahui, Wakil Bupati Arif Sugiyanto telah mendapatkan rekomendasi dari PDI Perjuangan dengan kandidat wakilnya Ristawati. Untuk Bupati Yazid Mahfudz menunggu keputusan PKB, partai yang menaunginya selama ini. Kabar terbaru, Yazid akan berpasangan dengan Eno Syafrudin yang juga sebagai menantu Wapres KH Ma'ruf Amin.

Praktis, lanjut Baedowi, calon baru itu bisa muncul di luar partai tersebut. Tentunya selain Golkar yang sudah merapat ke PDI Perjuangan. Masing-masing Gerindra, PPP, Nasdem, PAN, Demokrat dan PKS dengan total 23 kursi. Sementara tinggal PKB yang memiliki 9 kursi DPRD masih butuh koalisi untuk menggenapi syarat minimal 10 kursi dalam mencalonkan kandidatnya.

"Sisanya bisa memunculkan kandidat baru yang kami nilai berpeluang menang seperti semasa Buyar Winarso mengikuti Pilbup 2010 silam," tandasnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kebumen dari Fraksi Demokrat Rifai Yuniantoro mengatakan, mengenai sikap menghadapi Pilkada, pihaknya akan tetap mengikuti kebijakan partai. Terlebih situasi politik saat ini masih begitu dinamis.

"Apakah akan mengusung kandidat baru atau lainnya, kami mematuhi instruksi partai," jelas Toro. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments