SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Minim Biaya Pemeliharaan, Stadion Chandradimuka Butuh Perhatian

Minim Biaya Pemeliharaan, Stadion Chandradimuka Butuh Perhatian



KEBUMEN, Kebumen24.com- Stadion sebagai pusat pelatihan khususnya cabang olahraga sepak bola mestinya menjadi tempat ideal untuk penggodokan para atlet. Ibarat kawah chandradimuka, Stadion menjadi bagian penting lahirnya bibit atlet potensial. Namun topik olahraga kali ini berbanding terbalik dengan nama yang disematkan pada Stadion Chandradimuka.

Jangankan tempat pelatihan, sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung di Stadion kebanggaan warga Kebumen ini terlihat cukup memprihatinkan. Seperti pantauan kebumen24.com, tampak genangan air menganga cukup luas di dalam lapangan. Kondisi lapangan pun tak terurus sehingga ditumbuhi rumput liar. Sebagian kursi pada tribun penonton juga tidak sedikit yang mengalami kerusakan. Belum lagi terdapat sampah berserakan.

Menanggapi hal itu KONI Kebumen angkat bicara. Melalui Bidang Penataran dan Pelatihan, Priyambodo tidak hanya menyayangkan kondisi Stadion Chandradimuka saat ini. Tetapi juga menyoroti keberpihakan pemerintah kabupaten terhadap para atlet.

 “Sangat disayangkan bisa membangun tapi tidak bisa memelihara. Mestinya dibangun ya sekaligus pemeliharaanya. Harusnya kan bisa dimanfaatkan maksimal untuk latihan,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2020.


Sementara, selama ini dari KONI hanya memanfaatkan area luar lapangan untuk latihan cabor atletik seperti lari, lempar cakram dan tolak peluru. Mengingat,  kata Priyambodo, cabang olahraga sepak bola Kebumen belum begitu menggeliat.

“Artinya diluar bisa dimanfaatkan untuk olahraga atletik,” paparnya.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen Azam Fatoni mengungkapkan, kondisi tersebut tidak terlepas minimnya alokasi anggaran untuk biaya pemeliharaan.

“Anggaran pemeliharaan hanya BBM untuk pemotong rumput, repotnya kita dipasraih beberapa aset tapi tidak ada biaya pemeliharaan,” kata dia kepada awak media.

Lebih dari itu, keterbatasan tenaga harian dinilai menjadi faktor penghambat terciptanya fasilitas olahraga yang medukung.

 “Tenaga perawat disana hanya ada beberapa orang. Saya sebetulnya sudah minta lagi tapi tidak ada penambahan untuk kearah situ,” imbuh Azam.

Dalam perjalanannya, Stadion yang dijadikan home base atau kandang tim sepakbola Persak Kebumen ini sempat menjalani revitalisasi pada era Bupati Yahya Fuad. Stadion yang dapat menampung sedikitnya 10.000 penonton ini pada 2012 juga menjadi tempat relokasi sementara pedagang Pasar Tumenggungan sembari menunggu pembangunan pasar selesai. (K24/Hfd)


Post a Comment

0 Comments