SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Kepengurusan Baru Resmi Dikukuhkan, KADIN Kebumen Ajak UMKM Naik Kelas

Kepengurusan Baru Resmi Dikukuhkan, KADIN Kebumen Ajak UMKM Naik Kelas



KEBUMEN, Kebumen24.com- Secara resmi kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kebumen telah dikukuhkan. Kegiatan yang juga dibarengi musyawarah daerah (Musda) tiga Kabupaten yakni Kebumen, Cilacap dan Banjarnegara mencanangkan program skala prioritas UMKM naik kelas.

Dari hasil musyawarah, terpilih nama Muhammad Fauhan sebagai nahkoda baru KADIN Kabupaten Kebumen. Sedangkan wakil ketua dijabat oleh Reni Widiastuti. Muhammad Fauhan yang merupakan putra Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi itu akan menjalani masa bakti 2020-2025. Selanjutnya para pengurus baru ini akan segera menata strukstur organisasi, melakukan sosialisasi dan audiensi  kepada instansi terkait termasuk Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Ketua Panitia Pelaksanaan Musda dan Pengukuhan Dewan Pengurus Kadin Kabupaten, Edo Damaraji memaparkan, konsep UMKM naik kelas yang ditawarkan ini merupakan upaya KADIN sebagai wadah legal formal dalam mendorong para pelaku usaha agar tidak monoton.

“Contohnya begini, kita kemas angkringan seperti barista. Jadi penampilan kaki lima tapi rasa barista. Selama ini hanya kopi bubuk dan teh tubruk, padahal hampir daerah semua punya kopi. Namanya naik kelas seperti itu, ilmunya nambah,” paparnya, di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Rabu, 11 Maret 2020.

Kedepan, para pelaku usaha juga akan dibekali program pelatihan, penyediaan peralatan sebagai modal bertahan menjalankan usaha ditengah ketatnya persaingan.

“Kita akan ajak survival. Bahasanya jika mereka lapar dan tidak bisa bertahan maka perekonomian juga akan terhambat,” imbuhnya.

Sementara, Ketua KADIN Jawa Tengah Ali Abdurohman menyampaikan, KADIN sebagai wadah yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah juga akan menjembatani kebutuhan pelaku usaha melalui penyertaan permodalan. Mengingat saat ini telah membangun jaringan baik dengan LPDB ( Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir ) milik Kementrian Koperasi.

“Kita akan mengakses bantuan dana bergulir dari LPDB karena tahun anggaran 2020 ini untuk se Jawa tengah ada dana sebesar Rp. 1,85 Triliun,” ujarnya.

Ali menyebut, KADIN yang menyematkan mindset ‘Paradigma Baru’ ini diharapkan dapat bekerja secara konkrit dimana terdapat keluhan atau masukan dari pelaku usaha. KADIN Paradigma Baru ini harus hadir ditengah mencarikan solusi terbaik.

“Kalau sebelumnya mungkin jarang ada pembinaan. Sekarang amanah AD ART dan UU kan jelas. Nah itu yang harus kita implementasikan setiap kabupaten dan kota. Tidak cuma habis dilantik habis itu sudah hanya untuk gaya-gayaan,” tutupnya. (K24/Hfd)


Post a Comment

0 Comments