SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Karangsambung Akan Dibangun Amphiteather Bernilai Miliaran

Karangsambung Akan Dibangun Amphiteather Bernilai Miliaran



KEBUMEN, Kebumen24.com- Pemkab Kebumen melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen telah merencanakan akan membangun Amphiteater di Desa Karangsambung, Kecamatan Karangsambung. Pembangunan amphitheater diatas lahan seluas 1,4 hektare itu ditaksir bernilai mencapai miliaran rupiah.

Kepala Disporawisata Azam Fatoni mengungkapkan, sejauh ini prosesi rencana pembangunan amphitheater sedang tahap sosialisasi terkait pengadaan tanah kepada masyarakat selaku pemilik lahan.

"Bulan lalu kita sudah sosialisasi ke masyarakat. Dalam proses hasil appraisal dari Jogja," ungkapnya, Selasa, 10 Maret 2020.

 

Disebutkan Azam, tanah seluas 1,4 hektare tersebut dimiliki 11 orang dengan harga tawaran per meter Rp 50-130 ribu. Namun demikian, pihaknya masih proses negoisasi mengingat nilai jual objek pajak (NJOP) dinilai masih cukup tinggi.

"Alokasi di APBD Rp 810 juta untuk pengadaan tanah. Total ya satu miliar untuk biaya umum, rapat dan lain-lain. Masih kita evaluasi. Kita bicara NJOP terlalu tinggi, nanti dari NJOP untuk pertimbangan bahan karena permintaan sudah tinggi," imbuhnya.

Azam didampingi Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata memaparkan, pembangunan amphitheater merupakan akselerasi infrastruktur di kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong (GKK) sebagai penunjang wahana menikmati hamparan alam GKK termasuk tempat pertunjukan potensi seni budaya.

"Kita memberi lahan agak luasan agar pengembangan mudah. Saya berkeinginan Geopark ini menjadi eduwisata," tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan amphitheater ini rencana akan dimulai pada 2022. Namun, jika nantinya terdapat CSR bersumber dari BUMN maupun swasta yang tertarik untuk membantu. Tidak menutup kemungkinan segera dibangun pada 2021.

"Kalau CSR turun 2021 mungkin kita bangun. Saat ini kita juga mengajukan ke Kementerian Pariwisata," jelasnya.

 

Gambaran amphitheater tersebut, nantinya bakal dilengkapi menara pandang agar para pengunjung lebih leluasa melihat secara langsung kekayaan alam Kebumen dan juga fasilitas pendukung lain. Bersamaan dengan itu, Disporawisata juga akan mendorong masyarakat sekitar untuk membuka rumah singgah atau home stay sesuai dengan pilar pengembangan geopark yaitu pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

"Ya ada amphiteater ada juga menara pandang karena ketika berdiri ke barat ada hamparan gunung. Jadi tidak hanya lihat batu juga tapi ada atraksi termasuk masyarakat bisa berjualan dan membuka homestay," kata Azam.

Ia menyatakan bahwa aspek lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi harus menjadi perhatian utama dalam pengembangan geopark. Lebih dari itu, dalam hal penentuan rencana lokasi juga mempertimbangkan konservasi alam. Sebab, selama ini titik yang akan dijadikan amphitheater dimanfaatkan untuk tambang batuan.

"Dalam rangka penyelamatan alam disana juga. Kalau tidak dibeli kita akan ditambang terus," tandasnya.

Ditemui terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kebumen Bambang Sutrisno menyampaikan, sangat mendukung ketika berbicara pengembangan GKK dan berdampak positif terhadap masyarakat. Terlebih ada nilai konservasi dalam pembangunan amphiteater tersebut.

"Itu bagus karena disana ada bahan edukasi mengenal apa sih Geopark," ucapnya.

Politisi dari PDIP itu menekankan, tidak kalah pentingnya dari Pemkab Kebumen juga memikirkan infrastruktur yang memadai sebagai akses menuju kawasan GKK. Lebih lagi, jika dapat menangkap peluang yang ada. Kebumen akan diuntungkan dengan keberadaan bandara baru YIA.

 "Bandara sudah beroperasi, mestinya jalan yang terkoneksi antar kabupaten melalui kecamatan di wilayah utara segera terealisasi," tutupnya. (K24/Hfd)


Post a Comment

0 Comments