SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI K-SPSI Minta Pemkab Kebumen 'Sentil' Perusahaan yang Abaikan Protokol Kesehatan

K-SPSI Minta Pemkab Kebumen 'Sentil' Perusahaan yang Abaikan Protokol Kesehatan



KEBUMEN, Kebumen24.com- Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Kabupaten Kebumen Akif Fatwal Amin, meminta Pemkab Kebumen bertindak tegas terhadap perusahaan yang dinilai mengabaikan penerapan protokoler kesehatan dalam memerangi virus corona.

"Jika perlu berikan sanksi tegas kepada perusahaan yang abai terhadap upaya pencegahan. Dengan demikian para pekerja terjamin keselamatannya dari kemungkinan terpapar virus corona dalam bekerja," ucap dia, Minggu, 22 Maret 2020.

Akif menyebut, penerapan protokol kesehatan dirasa menjadi suatu prioritas untuk kaum pekerja. Mengingat Indonesia secara umum telah menyatakan status darurat bencana Covid-19.

 "Cegah penyebaran virus korona dan lindungi para pekerja" kata Akif.

Sebagai wujud tanggap serta langkah antisipasi. Melalui penerapan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, memberikan pekerja masker dan penyemprotan disinfektan disekitar perusahaan. Hal tersebut dinilai cukup membantu mencegah penularan pandemi virus corona.
 "Pemerintah juga harus memastikan bahwa para pekerja di Kabupaten Kebumen terlindungi dari penyebaran virus Covid-19 dengan cara memastikan setiap perusahaan telah melakukan langkah pencegahan secara terukur dan terus menerus," imbuhnya.

Ia menganggap, Dinas terkait dalam upaya mencegah penyebaran virus corona saat ini belum terlihat begitu serius. Sementara, para pekerja juga memiliki resiko terpapar yang cukup tinggi karena setiap hari masih tetap bekerja.

 "Ini Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMK Kabupaten Kebumen tidak ada inisiatif sama sekali dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di lingkup perusahaan," tegasnya.

Masih kata Akif, ia meminta dalam memerangi penyebaran virus Covid-19 ini. Pemkab Kebumen tidak hanya fokus pada lingkup instansi pemerintahan dan layanan publik saja. Melainkan juga harus melakukan monitoring ke sejumlah perusahaan yang ada di Kebumen.
 "Lingkungan pendidikan telah diliburkan, kegiatan pelayanan publik juga sudah banyak yang disterilisasi dan diganti dengan online. Untuk itu jangan sampai lingkungan kerja di perusahaan menjadi pintu masuknya virus corona ini." lanjut dia. (K24/Hfd)


Post a Comment

0 Comments