SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Jalani Observasi di RS Margono, Satu Warga Kebumen Dinyatakan Negatif Terpapar Virus Corona

Jalani Observasi di RS Margono, Satu Warga Kebumen Dinyatakan Negatif Terpapar Virus Corona

FOTO ILUSTRASI

KEBUMEN, Kebumen24.com- Satu warga Kebumen yang tengah menjalani observasi di ruang isolasi RS Margono Soekarjo Purwokerto Banyumas dinyatakan negatif terpapar virus corona atau Covid-19.

Kepastian tersebut setelah dilakukan pemeriksaan intensif dan berdasar pada hasil uji laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kebumen melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Istiyadi kepada kebumen24.com, Senin, 9 Maret 2020.
 "Jadi saya dapat kabar pagi tadi bahwa pasien dari Kebumen dinyatakan negatif," ungkap dia, melalui sambungan seluler.

Sebelumnya, pasien perempuan berusia 34 tahun itu berada di ruang isolasi RS Margono Soekarjo selama lima hari guna menjalani masa pemantauan dan pengawasan setelah dicurigai suspect terpapar virus corona. Diketahui perempuan yang merupakan warga Kecamatan Buayan juga memiliki riwayat berpergian ke Taiwan. Mengetahui gejala yang muncul mirip indikasi terpapar virus corona, pihak Dinkes Kebumen kemudian memutuskan segera merujuk ke RS Margono Soekarjo untuk diberikan penanganan khusus.

Mengenai kepulangan, dikatakan Istiadi, Dinkes Kebumen masih berkordinasi dengan pihak RS Margono Soekarjo sembari memastikan kondisi pasien. Meski demikian, pihaknya akan melakukan pemantauan sepulangnya pasien dari RS Margono Soekarjo.

"Saat ini kita sedang tahap koordinasi setelah hasil laboratorium keluar. Apakah hari ini atau kapan kita masih kordinasikan," jelasnya.

Ia menambahkan, soal biaya selama menjalani masa observasi sepenuhnya akan ditanggung oleh Kementerian Kesehatan. 

"Biaya sudah otomatis menjadi tanggungan Kementerian Kesehatan," imbuhnya.

Sebagai langkah menekan kegaduhan dan kepanikan yang muncul ditengah masyarakat. Pihaknya akan menggencarkan sosialisasi sebagai bahan edukasi pencegahan dan penanganan virus corona.

"Kita akan berikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya masyarakat disekitar rumah pasien bahwa yang bersangkutan memang negatif. Agar tidak ada beban sosial yang ditanggung pasien," tuturnya. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments