SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Hasil Lab Pasien Meninggal di Karangsambung Keluar, Begini Penjelasan Wakil Bupati Kebumen

Hasil Lab Pasien Meninggal di Karangsambung Keluar, Begini Penjelasan Wakil Bupati Kebumen

Foto : Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto Didampingi Kadinkes Kebumen Dan Direktur RSDS Kebumen

KEBUMEN, Kebumen24.com – Hasil pemeriksaaan laboratorium Perempuan warga Desa Kaligending Kecamatan Karangsambung yang meninggal poada Sabtu akhir pekan (14/3/2020), kemarin menyatakan negatif dan meninggal bukan karna terkena virus corona.

Hal itu dijelaskan oleh Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto setelah menerima hasil laboratorium pada Rabu 18 Maret 2020 kemarin.

" Pada Hari Rabu 18 Maret 2020, tepatnya pukul 18.39 WIB, kita telah mendapatkan hasil uji lab dari RSUD Margono Soekardjo . dan bisa dipastikan bahwa Almarhumah Tatiana negatif corona," ujar Arif yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Kabupaten Kebumen.

Foto Almarhum yang sebelumnya diduga terkena Virus Corona

Dengan kepastian meninggalnya korban bukan karna corona , Arif Sugiyanto meminta warga kembali tenang dan tidak perlu resah. Kendati begitu, Arif menegaskan, Pemkab tetap melakukan antisipasi dan mengambil langkah yang diperlukan guna mencegah penularan infeksi corona. Mengingat saat ini ada 380 warga berkategori ODP dan 7 PDP terkait virus corona.

Lebih jauh Arif juga mengatakan, bahwa saat ini Pemkab telah mendirikan posko di Dinkes Kebumen untuk penanganan corona termasuk memastikan warga Kebumen aman.

 "Posko atau command center pemantauan situasi corona di masyarkat maupun kebutuhan pokok juga selalu kita pantau," ujar Arif.

Terkait tindak lanjut instruksi dari Pempov Jateng, Pemkab telah memberi himbauan agar tempat hiburan dan obyek wisata tutup untuk sementara waktu. Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan anggaran, lantaran pasien dengan positif virus corona tidak ditanggung BPJS.

“Dlam hal ini Pemerintah Kabupaten akan menggunakan Jamkesda,” imbuh Arif

Adapun Anggaran yang harus disiapkan terbilang cukup besar dikarnakan untuk Alat Pelindung Diri (APD) saja harganya cukup mahal, dan setelah itu harus dbuang. Terkait penggunaannya, akan dibagi menjadi dua yakni di rumah sakit dan dibawah naungan Dinkes. RSDS Kebumen kini telah siap menerima pasien. Terdapat lima kamar. Jika terjadi ledakan maka akan menggunakan 1 bangsal yang yakni 8 kamar.

  “Kami juga akan mengusulkan agar RSDS Kebumen, RS Prembun dan PKU Gombong menjadi rumah sakit lini 2.  Sedangkan rumah sakit swasta menjadi lini 3 dalam penanganan virus corona. Adapun untuk rumah sakit lini satu yakni milik provinsi,”pungkas Arif. (K24/IMAM)

Post a Comment

0 Comments