SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Cegah Penyebaran Virus Corona, RSDS Kebumen Tiadakan Jam Besuk Pasien

Cegah Penyebaran Virus Corona, RSDS Kebumen Tiadakan Jam Besuk Pasien


 

KEBUMEN, Kebumen24.com- Serangkaian upaya pencegahan virus corona dilakukan Rumah Sakit Dr Soedirman (RSDS) Kebumen. Salah satunya tidak memperbolehkan keluarga maupun kerabat untuk membesuk pasien yang sedang dirawat.

Direktur RSDS Kebumen melalui Sekretaris Tim Kewaspadaan Covid-19 RSDS Kebumen Dr Teguh Riyanto menuturkan, kebijakan itu sebagai sikap atas apa yang diinstruksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk membatasi keramaian dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
 "Dari berjenjang kita, karena ini menjadi bencana nasional bersama untuk mencegah ini. Sudah kita rapatkan mulai tanggal 15 kemarin, bahwasanya dampak global dari RSDS memberlakukan itu," tuturnya, didampingi Kepala Tata Usaha RSDS Kebumen Rikamto, Senin, 16 Maret 2020.

Selain pasien tidak boleh dibesuk. Mulai per hari ini (16/3), telah diterapkan pula beberapa langkah pencegahan di lingkungan RSDS Kebumen. Seperti pasien hanya boleh ditunggu maksimal dua orang secara bergantian dengan catatan harus dalam kondisi sehat. Seluruh pengunjung yang akan memasuki area rumah sakit juga diwajibkan melalui pintu utama.
 "Kalau suhunya diatas 38 ada perlakuan tersendiri. Semua ini untuk kebaikan bersama sampai batas waktu dinyatakan aman," jelasnya.

 

Masih kata dia, mengenai karakter penyebaran virus terdapat dua cara yaitu melalui residu udara dan kontak fisik langsung. Untuk itu, sebelum masuk RSDS Kebumen, para pengunjung akan melalui serangkaian screening atau deteksi dini oleh petugas. Selain itu, bagi anak dibawah usia 12 tahun tidak diperbolehkan memasuki area rawat inap.

 "Kita sepakat Covid-19 ini harus dihentikan dengan memutuskan penyebaran. Salah satunya anak usia itu kita batasi karena masih rentan," katanya.

Ia menyebutkan, jika sebelumnya pengunjung baik pasien rawat jalan maupun tamu yang berniat besuk pasien mencapai ribuan orang. Dengan adanya kebijakan ini secara otomatis menunjukan pengurangan.

 "Hari biasa pasien rawat jalan 800-900 orang, belum dengan yang ngantar. Kalau yang rawat inap 260-270 pasien. Misalkan yang mengantar dua orang berarti 1.600 orang kan," sebutnya.

Dijelaskan olehnya, Rumah Sakit plat merah ini telah mempersiapkan sejumlah ruang isolasi bagi warga yang diduga terjangkit virus corona. Tenaga medis yang terdiri dari dokter spesialis dan dokter umum pun disiagakan 24 jam untuk mendeteksi dini gejala yang muncul bagi pasien yang diduga maupun positif terinfeksi virus corona.

Selain persiapan sarana dan prasarana serta tenaga medis, RSDS juga memperhatikan pencegahan kontaminasi bagi tenaga medis dengan mengenakan alat pelindung diri sesuai standar yang ditetapkan. Lebih dari itu, guna menekan angka penularan, pihak RSDS juga telah memastikan ketersediaan alat penunjang medis berupa masker serta refil cairan antiseptik.

Ia meminta, bagi pasien dan keluarga tetap waspada namun tidak panik dalam menghadapi kondisi saat ini.

"Jadi kita memberikan edukasi menyampaikan ke seluruh pengunjung dan ini penting. Kita juga memasang spanduk di tempat strategis sebagai media informasi baik pasien atau penunggu," tandas dia. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments