SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Cegah Covid 19, Wabup Arif Meminta Kegiatan Massa Harus Dibatasi

Cegah Covid 19, Wabup Arif Meminta Kegiatan Massa Harus Dibatasi



KEBUMEN,Kebumen24.com – Meski belum ada warga Kabupaten Kebumen yang positif terkena virus corona (Covid-19). Namun jumlah orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kebumen terbilang meningkat secara drastis.

Berrdsarkan data Dinkes Kebumen, hingga Senin kemarin, jumlah ODP di Kebumen naik dari 234 menjadi 290, sedangkan jumlah PDP naik menjadi 23 pasien. Kenaikan jumlah tersebut terbilang cukup signifikan bila dibanding data awal yang hanya 7 pasien di 17 Maret 2020. Menyikapi perkembangan ini, Pemkab Kebumen menaikkan tingkat kewaspadaan.

Pada kegiatan Rakor Pencegahan Covid 19, di Gedung Dinas Kesehatan Kebumen, Senin 23 Maret 2020 Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto yang juga Ketua Gugus Penanggulangan Corona Kabupaten Kebumen menyampaikan, bahwa mulai hari Senin 23 Maret 2020, pihaknya telah memberlakukan pelarangan untuk sejumlah kegiatan yang mendatangkan kerumunan atau massa. Seperti kegiatan event-event hiburan, bazar, olahraga, seni, pasar malam termasuk di dalamnya kegiatan di lingkungan Pemkab Kebumen yang mendatangkan banyak orang dihentikan atau ditunda sementara.


Selain itu, bagi Para guru di sekolah juga sudah mulai diliburkan dan di sekolah hanya boleh ada guru yang mendapat piket. Selebihnya dirumah. Bahkan, Arif meminta agar resepsi pernikahan yang mendatangkan banyak orang untuk dihindari.

  " Bagi warga Kami himbau sebisa mungkin untuk mengurangi kegiatan di luar rumah,"imbau Arif. 
Lebih lanjut Arif meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat memahami kebijakan tersebut. hal itu dilakukan menindaklanjuti instruksi dari pusat. Ditambah maklumat dari Polri yang telah mengumumkan untuk melarang kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa. Larangan itu disertai sanksi.
 "Mari patuhi dan saling menjaga diri kita kelaurga dari bahaya virus corona. Selama beberapa hari ke depan kami nilai menjadi masa-masa kritis khususnya di Kebumen," imbuh Arif.

Dijelaskannya, kebijakan tersebut ditempuh semata-mata sebagai bentuk pencegahan semaksimal mungkin dan akan diberlakukan sesuai rencana awal yakni 28 Maret 2020. Namun bila situasi tak memungkinkan, bisa saja itu diperpanjang. Untuk itu Arif berharap, masa kritis ini segera berlalu.

Turut hadir pada kegiatan itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Sekda H Ahmad Ujang Sugiono SH, Kepala Dinas Kesehatan HA Dwi Budi Satrio, pimpina OPD di lingkungan Pemkab Kebumen, Camat se Kabupaten Kebumen, MUI, PCNU dan PDM serta sejumlah tokoh masyarakat. (k24/thr)


Post a Comment

0 Comments