SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI 58 KPM Pejagoan Mengundurkan diri Dari Bantuan Pemerintah

58 KPM Pejagoan Mengundurkan diri Dari Bantuan Pemerintah



PEJAGOAN, Kebumen24.com - Sebanyak 58 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Kecamatan Pejagoan secara resmi dan menyatakan mundur secara mandiri dari keikutsertaan PKH, dan berhasil di wisuda.

Wisuda mandiri para KPM dilaksanakan  oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH dalam acara Gebyar PKH Kecamatan Pejagoan, Minggu, 1 maret 2020 dihalaman kantor kecamaatan pejagoan Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutanya Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyambut baik dan mengucapkan selamat kepada para KPM PKH yang telah diwisuda. Dengan diwisuda menurutnya secara peringkat telah mengalami peningkatan, dari miskin menjadi tidak miskin, dari  belum mandiri menjadi mandiri, dan dari tidak  berdaya menjadi berdaya.

‘’ Saya  berharap, penerima manfaat PKH yang   diwisuda bisa menularkan ilmunya. Sehingga  keluarga-keluarga lainnya pun dapat menjadi  mandiri,”ujar Wabup.


Wabup Arif memandang, kegiatan ini juga sangat mendukung adanya program pembangunan, yang saat ini sedang kita  pacu, yakni pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kebumen. Apalagi saat ini PR untuk mengentaskan kemiskinan bertambah berat.

‘’ Hal itu dikarnakan karena saat ini kita berada di urutan pertama Kabupaten termiskin di Jawa Tengah,’’imbuhnya.

Untuk itu, Pemkab Kebumen sangat fokus pada pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan, dengan terus menggerakkan banyak stakeholder. Selain itu pemkab juga terus melaksanakan upaya penanggulangan kemiskinan secara lebih masif.               

‘’ Memang, penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial, singkat dan sekaligus. Ini  karena kompleksitasnya permasalahan yang dihadapi masyarakat miskin dan keterbatasan sumberdaya untuk mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar,’’ucapnya.

 

Diakhir sambutanya Wakil Bupati berharap PKH mampu mengubah mindset atau pola pikir KPM agar tidak selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah. Namun mau, mampu, dengan penuh keyakinan dapat hidup mandiri dan sejahtera tanpa PKH. Dengan kata lain, mengubah mindset kita menjadi mindset kaya.

Sementara itu, Pendamping PKH Kecamatan Pejagoan Sri Handayani mengatakan, mundurnya 58 KPM dari 2844 dilakukan secara sukarela. Terdapat keinginan kuat dari para KPM tersebut untuk hidup mandiri. Berbagai alasan diberikan oleh para KPM seperti sudah ada yang memulai usaha.

“Ada juga yang ingin memberikan kesempatan kepada yang lebih membutuhkan,” katanya. (K24/imam)

Post a Comment

0 Comments