SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Munding Aji, Pria Asal Pejagoan ini Pelihara Puluhan Ular Raksasa

Munding Aji, Pria Asal Pejagoan ini Pelihara Puluhan Ular Raksasa



PEJAGOAN, Kebumen24.com - Sebagian banyak orang mungkin akan berpikir panjang bila memelihara binatang buas. Selain bisa membahayakan diri sendiri, juga orang lain. Berbeda halnya bagi Munding Aji (30). Warga Dusun Gunungsari, Desa Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Ia justru memiliki hobi unik dan ekstrem, yaitu memelihara ular piton.

Tak tanggung-tanggung, Munding memelihara ular piton atau sanca berukuran raksasa hingga 10 ekor. Ular tersebut masing-masing berukuran 4-10 meter dengan berat 100-200 kg.


Uniknya lagi, tak sedikit dari kalangan wanita maupun anak-anak dari tetangga sekitar rumah Munding seperti tak menegnal takut dengan ular raksasa itu. Mereka mengaku tidak takut lantaran sudah terbiasa membelai ular-ular itu, sehingga jinak.

Munding mengungkapkan, ular-ular itu diperlihara sejak 10 tahunan lalu. Semula, hanya satu ekor ular berukuran kecil. Namun, seiring berjalannya waktu ular peliharaan Munding bertambah jadi 10 ekor.

Munding mengaku tiap bulan harus menyiapkan ratusan ekor ayam untuk makan ular-ular peliharaannya itu. Meski begitu, munding tidak pernah memperhitungan jumlah biaya yang harus ia keluarkan untuk memberi makan ular ular tersebut.
 ‘’Bagi saya itu yang terpenting ular ular itu bisa kita rawat dan pelihara dengan baik.soal biaya itu nggk masalah,’’kata Munding Saat di temui di rumahnya Selasa 25 Februari 2020.

 

Munding memang bukan pawang, namun di tangannya, hewan buas tersebut seperti kehilangan insting predatornya. Ular-ular raksasa yang dia koleksi menjelma menjadi makhluk yang manis dan ramah kepada setiap orang sekalipun dia baru pernah berjumpa.

Dia mengatakan, semua ular peliharaannya masuk dalam spesies sanca batik (Pyton reticulatus). Ular sanca endemik Nusantara ini memiliki corak yang indah menyerupai batik, dan dapat tumbuh hingga mencapai panjang belasan meter.

Selain itu, ular-ular milik Munding pun memiliki nama yang cantik dan kekinian. Sebut saja Syahrini, Shelly, Jenny, Cindy, Vira, Amel, dan Faldi.

“Yang paling tua itu Syahrini, sudah 10 tahun, panjangnya sekitar 9 meter dan diameter perut 60 centimeter, tapi kalau makan (ukuran perut) bisa elastis sampai empat kali lipat,” ujarnya.


Ular-ular miliknya, lanjut Munding, memiliki corak khas. Namun, bedanya, Syahrini memiliki warna lebih cerah dan kekuningan, sedangkan Rambo warnanya agak lebih gelap. Sementara itu, Shely berwarna cerah dengan corak putih.

Meski awalnya kegemaran Munding sempat menjadi polemik bagi keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Namun, seiring berjalannya waktu, Munding dapat meyakinkan mereka semua bahwa ular-ular koleksinya telah 100 persen jinak dan tidak membahayakan. Hingga kini, Munding dan keluarga hidup berdampingan dengan Syahrini dan kawan-kawan.


Nurfarah salah satu pengunjung asal buayan mengatakan tidak takut dengan ular sebab sudah biasa melihat. Selain itu dirinya juga mempunyai hobi yang unik, yakni berswa foto dengan ular.

‘’ Saya udah 5 kali ke sini mas. Awalnya sih sempat takut, tapi lama lama karna saya hoby jadi takut itu hilang dengan sendirinya,’’tuturunya kepada Wartawan. (K24/IMAM)

Post a Comment

0 Comments