SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Mengejutkan, Tinggal Di Pondok, Santri Asal Desa Grenggeng Meninggal Setelah Dilarikan Ke Rumah Sakit

Mengejutkan, Tinggal Di Pondok, Santri Asal Desa Grenggeng Meninggal Setelah Dilarikan Ke Rumah Sakit



KARANGANYAR, Kebumen24.com – Isak Tangis Menyelimuti Kediaman Orang tua bocah bernama Akam Sakur (14) warga asal Desa Grenggeng RT 02 RW 08 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Jawa Tengah, karna meninggal setelah 5 hari sakit di salah satu Pondok pesantren.

Bocah malang tersebut merupakan santri kelas 2 Pondok Pesantren Miftahul Huda yang beralamat di Jl. Cendrawasih, Bajing Kulon, Kroya, Kabupaten Cilacap. Bocah tersebuit meninggal pada hari sabtu 15 februari 2020, sekitar pukul 01.15 wib di RS PKU Gombong setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis namun tak terselamatkan.

Dari infrormasi yang berhasil dihimpun tim liputan Kebumen24.com, kejadian tersebut bermula saat Sujari ayah korban pada jum’at 14 Februari 2020  sekira pukul 08.30 wib datang ke pondok untuk menengok putranya. Namun saat tiba pondok  dirinya mendapati putranya sedang tertidur karena sakit. Selanjutnya dari situlah korban diketahui telah sakit selama 5 hari sejak senin lalu.

Melihat kondisi putranya yang memprihatinkan tersebut, dirinya langsung membawa putranya ke klinik Masyitoh Kroya guna memeriksakan kondisi putranya tersebut. Sekira pukul 09.00 wib korban sudah tak sadarkan diri dan di rujuk Ke RS PKU Muhamadyah Gombong.

Setelah dilakukan pemeriksaan korban dinyatakn mengalami Radang Usus dan harus menjalani operasi. Dimana dalam operasi tersebut ditemukan usus korban sudah dalam keadaan busuk dan perut kembung berisi nanah.Alhasil santri tersebut meninggal dunia.

Dirasa ada keganjalan, dari kejadian tersebut pihak keluarga korban bersama Kepala Desa Grenggeng dan Pengeacaranya Teguh Purnomo melaporkan kejadian itu ke Mapolres Kebumen Sabtu pagi tadi.

Kepala Desa Grenggeng Eri Listiawan mengatakan sangat menyayangkan peristiwa tersebut, dirinya menilai kematian korban diduga lantaran keterlambatan penanganan kepada korban.
 “Mungkin karena adanya keterlambatan penanganan yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan tentunya sangat merugikan pihak keluarga,” Kata Eri saat di temui di Rumah Korban Siang tadi.



Sementara itu, Dr.Teguh Purnomo selaku Kuasa Hukum dari pihak keluarga korban mengatakan, pihak keluarga korban menginginkan adanya kejelasan penyebab kematian korban. Untuk itu pihak keluarga melaporkan adanya kejanggalan kematian korban kepada pihak kepolisiaan agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
 “Pihak Keluarga hanya ingin ada kejelasan dari meninnggalnya putra tercinta itu,”’katanya.

Dirinya meminta kepada pihak kepolisan agar bisa responsif dalam menangani kasus ini. Sehingga diharapkan nantinya kasus ini dapat diketehui dengan jelas apakah memang ada unsur kelalean dari pihak pondokl.

“’Kami berharap pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini, karna saya menilai ada yang tidak wajar dari meninggalnya Santri ini,”’tegas Teguh.

Menurut Teguh, jika memang itu terbukti karna adanya kelalean dari pihak pondok, maka pihak keluarga merasa sangat dirugikan dan akan membawanya kasus ini ke jalur hukum.
 ‘’ Kita masih menunggu proses penyelidikan yang sedang berjalan, nanti tinggal dilihat hasilnya,’’tandasnya. (K24/ARTA)

Post a Comment

2 Comments

  1. sudah saatnya pemerintah turun tngan trhadap kesehatan anak2 yg di pondok terutama dri dinas kesehatan agr selalu memantau kondisi lingkungan ..kebanyakan maaf pondok tradisional kurang mmperhatikan mck ny ..

    ReplyDelete