SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Luar Biasa, Siswa SPEMUDA Kebumen Belajar Ke Negara Malaysia dan Singapura

Luar Biasa, Siswa SPEMUDA Kebumen Belajar Ke Negara Malaysia dan Singapura



KEBUMEN, Kebumen24.com – Baru baru ini, SMP Muhammadiyah 2 Kebumen kembali memberangkatkan siswa-siswinya ke Luar Negeri dengan tujuan Negara Malaysia dan Singapura. Pelaksanaan yang dimulai sejak tanggal 8 Februari 2020 hingga 12 Februari 2020 kemarin itu, dilepas secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen Mulan Annafaty.

Kegiatan dengan tema “’Edu Trip dan Student Exchange Singapura-Malaysia tahun 2020’’ tersebut bertujuan untuk membuka wawasan dan pengetahuan para siswa, akan pentingnya mengenal tentang Pendidikan dan budaya negara lain. Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai upaya sekolah untuk menumbuhkan karakter dan kompetensi siswa. Serta menumbuhkan semangat berkompetisi dalam menuntut ilmu di era Industri 4.0.

Dalam kunjunganya tersebut SMP Muhammadiyah 2 Kebumen juga melakukan penandatanganan kerjasama /MoU dengan sekolah yang dikunjungi. Kerjasama tersebut dilakukan untuk saling bertukar manajemen kemajuan sekolah serta kerjasama saling mengunjungi ke dua belah pihak.


Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Imam Romzan Minggu 16 Februari 2020 kepada wartawan menjekaskan, Kegiatan yang telah dilakasanakan yang ketiga kalinya ini, sedikitnya di ikuti oleh 17 siswa, yang terdiri dari 6 orang siswi dan 11 orang siswa dari kelas tujuh dan delapan. Dari jumlah tersebut, mereka didampingi oleh 3 orang guru pendamping yang terdiri dari Kepala sekolah dan guru.

Adapun tujuan Sekolah yang dikunjungi untuk tahun ini ada 2 sekolah tingkat menengah dan satu sekolah perguruan Tinggi. Dua sekolah tersebut adalah SMK Warisan Putri Seremban dan SMK Saremban 2 di Negeri Sembilan Malaysia. Serta satu perguruan tinggi yaitu Kolej Univercity Islamic Selangor, Malaysia.

‘’Kita ajak mereka mengunjungi 2 sekolah tingkat menengah yang ada di Malaysia. dan satu sekolah perguruan Tinggi Serta satu perguruan tinggi yaitu Kolej Univercity Islamic Selangor, Malaysia,’’ungkap Imam Romzan.



Lebih lanjut Imam mengatakan, bahwa selama kunjungan ke sekolah, para siswa melakukan pertukaran budaya masing-masing. Dimana siswa dari SMP Muhammadiyah 2 Kebumen membawakan tari jawa blek dit dot dan tari Gembira. Adapun dari pelajara Malaysia menampilkan format baris-berbaris yang sangat rapi, dan juga peragaan pencak silat khas melayu. Selain itu, mereka juga diajak untuk mengikuti pembelajaran di kelas selama satu hari sesuai dengan peminatan dan keunggulan dari sekolah tersebut.
 ‘’ Pada kegiatan ini para siswa juga kita diajak untuk berkeliling melihat fasilitas sekolah dan juga berbagai macam kegiatan siswa di setiap ruangan-ruangan kelas. Dan ternyata disana  Sekolah Menengah di Malaysia memiliki metode belajar selama 5 tahun.Tidak seperti di Indonesia, sekolah menengah terdiri dari 2 tingkatan yaitu menengah pertama dan menengah atas yang ditempuh selama 6 tahun,’’tuturnya.


Disamping kegiatan siswa,imbuh Imam, para pendamping juga melakukan kegiatan sharing dan diskusi tentang manajemen dan pengelolaan pendidikan. Masing-masing sekolah menampilkan profil sekolah dengan berbagai keunggulannya.

‘’Kunjungan ini kita lakukan sebagai bentuk upaya SMP Muhammadiyah 2 Kebumen dalam menunjukan eksistensinya terhadap masyarakat dalam meningkatkan pelayanan pendidikan yang optimal dan berkualitas,’’imbuhnya.

Selain kunjungan ke sekolah dan tempat wisata yang ada di Malaysia, kegiatan Edu Trip kali ini para siswa juga diajak untuk mengunjungi tempat tempat wisata yang ada di negara Singapura. Seperti Merlion Park, Masjid Sultan atau masjid tertua di Singapura, Santosa Island tour dengan Wing of time nya, serta berkunjung ke kawasan reklamasi dan ke Taman air terjun di dalam komplek bandara Internasional Changi.

Adapun tempat wisata Negara Malaysia yang dikunjungi anatara lain, Port Dickson Beach, Dataran tinggi Genting Highland, pusat kota Kualalulmpur ke KLCC Twin tower Petronas, Lapangan Merdeka dengan berbagai gedung peninggalan tempo dulu, dan kawasan ibu kota baru Malaysia yaitu Putrajaya atau Masjid terbesar di Malaysia.
 ‘’Alhamdulilah proses Edu Trip bisa berjalan dengan lancar. selama lima hari para siswa dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik dan penuh kegembiraan. Semoga ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi mereka dan bisa terus dilakukan setiap tahunya.’’pungkas Imam Romzan. (K24/THR)


Post a Comment

0 Comments