SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Dilema Krisis Lingkungan, Prajurit TNI Perangi Limbah Jadi Bernilai Jual Tinggi

Dilema Krisis Lingkungan, Prajurit TNI Perangi Limbah Jadi Bernilai Jual Tinggi



KEBUMEN, Kebumen24.com- Sebagai upaya penanganan krisis lingkungan yang dihasilkan oleh limbah. Melalui tangan dingin seorang prajurit TNI Serda Eka Mardiyanto, anggota Koramil 05/ Karanggayam Kodim0709/Kebumen, limbah yang semula dipandang sebelah mata kini menjadi barang bernilai jual tinggi.

Upaya pelestarian lingkungan serta pencegahan dampak negatif  itu telah dilakukan Serda Eka Mardiyanto beberapa tahun belakangan dengan menyulap limbah plastik menjadi souvenir dan hiasan ruangan bunga yang begitu cantik. Tak hanya itu, ia juga berhasil merubah bekas onderdil motor menjadi miniatur kendaraan taktis militer seperti tank tempur, Panser Anoa, mobil jenis Humvee dan mobil Baracuda. Besi tak terpakai pun turut ia manfaatkan, dirubahnya menjadi lampu hias, lampu tidur, miniatur kapal dan kereta api.

Karya dan inovasi itu dipamerkan dalam pameran kerajinan tagan serta sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah di SMP Negeri 1 Pejagoan pada Minggu 16 Februari 2020. Pada kesempatan itu tidak hanya memajang hasil karya bapak dua anak itu, tetapi juga pengrajin batok kelapa, pengrajin tanah liat dan hasil karya siswa.


Dikatakan Serda Eka Mardiyanto, bermula dari keprihatinan semakin menggunungnya sampah plastik yang berada disekitar rumah, sehingga ia memutar otak mencoba untuk mengolah sebagai bahan baku kerajinan tangan.

“Awalnya bingung, sampah itu mau ditangani seperti apa. Misal dibakar atau ditimbun juga mencemari lingkungan, kemudian mulaialah saya belajar merangkai bunga untuk hiasan dari sampah plastik,” jelasnya.



Menurutnya, nilai ekonomi dapat dihasilkan jika limbah khususnya plastik tidak berakhir di tempat pembuangan sampah serta tidak menganggap sampah plastik itu dapat menghasilkan pundi rupiah hanya sebagai bahan daur ulang. Melainkan, dapat diolah menjadi prodak kreativitas.
  “Memang kalau masuk barang rongsok itu juga punya nilai. Tapi kita cari yang lebih berharga dan bermakna,” tambahnya.



ia berharap, inovasi pemanfaatan barang bekas dan limbah ini, bisa mengurangi kerusakan lingkungan, akibat penggunaan plastik yang setiap hari dilakukan oleh masyarakat, terutama masyarakat perkotaan.
 ”Dari lingkup terkecil saja dulu, semoga menciptakan Kebumen bersih dan menyelamatkan,” tutupnya. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments