SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Gagal Jadi Petani, Pria di Karanggayam Sukses Geluti Bisnis Oyek Kemasan

Gagal Jadi Petani, Pria di Karanggayam Sukses Geluti Bisnis Oyek Kemasan

Foto Mas Rosy Pengusaha Oyeke Siti

KARANGGAYAM, Kebumen24.com – Sebagian masyarakat pasti sudah banyak yang mengenal dengan makanan berbahan singkong, yaitu oyek. Meski  sering di sebut makanan ndeso, ternyata bisa menghasilkan sumber ekonomi yang cukup menguntungkan.

Seperti yang dilakukan M. Rosyidin dan istrinya Siti, Warga Desa Kalibening, Dukuh Domas RT 005 RW 002, Kecamatan Karangayam, Kebumen Jawa Tengah. Ditanganya, Oyek dikemas menjadi menarik dan mempunyai nilai jual tinggi, dan bahkan sudah dikenal masyarakat luas hingga jakarta dan Asia. Meski diproduksi dengan cara cara yang masih tradisional, namun bagi para konsumen tidak perlu khawatir untuk membelinya, karena oyek dalam kemasan dengan Brand ‘OYEK’E SITI ini, selalu terjaga mutu kualitas produk maupun kehigienisannya, serta dijamin kehalalannya.


Selain itu, untuk memudahkan para konsumen dalam memasaknya, setiap bungkus kemasan Oyeke Siti, sudah ada petunjuk lengkap, mulai dari cara memasukan bahan “OYEK’E SITI” Instan kedalam wadah/baskom, kemudian Cuci/rambang hingga kayunya bersih, Rendam dengan air sekitar 5-10 menit, Tiriskan sampai kering, dikukus hingga empuk (sekitar 5 menit) dan Tunggu sampai matang, hingga nasi singkong siap disajikan.

Adapun untuk harga perbungkus OYEK’E SITI sendiri terbilang cukup standar,  yatu dijual dengan harga Rp 18000,- dengan berat isi 500 Gram.  


Kepada wartawan kebumen24.com M. Rosyidin mengatkan, usaha pembuatan oyek dalam kemasan ini berawal saat dirinya berhenti bekerja dari salah satu perusahaan yang ada di jakarta. Sepulang dari ia merantau, ia bertekat mencoba menjadi petani singkong dengan modal sekitar 1juta 500 kala itu. Namun, setelah setahun bertani dirasa kurang berhasil. kemudian ia berinisitif untuk mencoba membuat usaha oyek dalam kemasan, dan menjadikan beras oyek sebagai jajanan atau oleh oleh yang merupakan khas kebumen. Alhasil, oyek kemasan itu kini banyak diminati konsumen.

“ Belajar dari kegagalan saat tanam singkong sekitar tahun 2018 lalu, kemudian saya mencari ide dan muncul pikiran untuk mencoba menggeluti bisnis oyek, karna saat itu masih sedikit sekali pelaku industry rumah tangga, akhirnya saya  bertekat menjadikan oyek sebagai makanan pengganti nasi kemudian kita kemas seperti jajanan atau oleh oleh yang merupakan khas kebumen. Alhamdulilan sekarang sudah dikenal dan banyak di minati pembeli,”ungkap Pria yang akrab di panggil Mas Rosy, Minggu 19 Januari 2020 saat ditemui dirumahnya.

Lebih jauh Rosy menceritakan, untuk mengembangkan usahanya itu bukanlah hal yang mudah, tentu banyak ditemui berbagai kendala yang harus ia hadapi. Salah satunya saat musim hujan, karna hasil produksinya menurun. Untuk itu, dibutuhkan semengat kerja keras dan disertai dengan penuh keuletan agar usaha ini bisa menuai kesuksesan.

 “Untuk memulai usaha tentu banyak ya kendalanya, salah satunya kalo musim hujan, maka produksi menurun, belum lagi pemasaran kita harus panadai pandai membaca peluang tentunya,”ucapnya.

foto istimewa

Saat ditanyai mengenai omzet, Rosy mengatakan, hingga saat ini ia mampu  memproduksi rata rata 25 sampai 30 Kg dalam perharinya. Adapun sistim pemasaranya, Rosy lebih banyak menggunakan media sosial seperti website, facebook, instragm dan twitter. Selain itu, pemasaran juga dilakukan dengan menggandeng paguyuban seperti Mbangun Paseduluran Kebumen Misalnya.

 “Untuk produksi oyek dalam perhari rata rata sekitar bisa mencapai dua puluh lima hingga tiga puluh kilogram, sedangkan untuk mengenalkan Oyek ini kemasyarakat luas kita lewat media sosial, dan alhamdulilah sekarag sudah banyak pemesan baik dari lokal kebumen, jakarta hingga asia,”ujarnya.

foto istimewa

Kedepan Rosy berharap, makanan yang dibilang ndeso itu,  bisa dikenal luas, baik Nasional maupun Internasional. Untuk itu dirinya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar bisa selalu mensuport makanan asli kas Kebumen. Salah satunya OYEK’E SITI.

 “ Semoga kedepan bisa selalu bersinergi untuk mengembangkan produk produk asli Kebumen agar lebih maju dan dikenal oleh masyarakat dan dunia Internasional,”pungkasnya.

Sementara itu, terpisah,  Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Budi Satrio Mengungkapkan, Makanan oyek sangatlah baik untuk dikonsumsi terutama penderita Diabetes. Selain dapat memberi rasa kenyang yang lama dan rendah kalori, oyek juga memiliki serat yang tinggi dan diverifikasi pangan, sehingga juga tepat untuk dijadikan makanan program diet. (K24/THR)

TONTON VIDEONYA PROSES PEMBUATAN OYEKE SITI






Post a Comment

0 Comments