SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Lilis Nuryani Gandeng Zaeni Miftah Maju di Pilkada

Lilis Nuryani Gandeng Zaeni Miftah Maju di Pilkada


Tim Lilis Nuryani berbarengan dengan TIm Zaeni Miftah mengabil formulir Pendaftaran Bupati/Wakil Bupati di Kantor PKB
Tim Lilis Nuryani berbarengan dengan Tim Zaeni Miftah mengabil formulir Pendaftaran Bupati/Wakil Bupati di Kantor PKB.18/12/2019

KEBUMEN, Kebumen24.com - Lilis Nuryani yang merupakan istri mantan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad menambah ramai kontestasi Pilkada dengan menggandeng Zaeni Miftah melalui gerbong PKB. Sinyal kuat keduanya akan maju bersama dibuktikan dengan pengambilan formulir pendaftaran secara bersamaan di DPC PKB Kebumen Jalan Kutoarjo pada Rabu (18/12/19) siang.


Dalam pengambilan formulir pendaftaran, Lilis yang diwakilkan oleh utusannya Arif Budiman diterima langsung Tim Asistensi Pilbup Mahrur Adam Maulana dan Khatimah. Sementara Zaeni Miftah yang juga sebagai Ketua DPC PKB partai berlambang jagat bintang songo itu nampak datang dengan didampingi rekan sejawatnya.

"Saat ini ibu sedang ada kepentingan di luar kota dan mengutus saya untuk mengambil. Setelah ini formulir akan secepatnya dikembalikan," kata Arif.

Mengenai Lilis memilih Zaeni Miftah, Arif menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari penjajakan dalam penjaringan. Akan tetapi, Arif pun belum dapat memastikan pasangan ini mengingat menunggu jawaban dari rekomendasi partai. 

"Iya ini bagian dari penjajakan. Tapi kan politik ini sangat cair," tandasnya.

Disinggung mengenai dorongan untuk maju Pilbup melalui PKB, Arif menjelaskan pada era kepemimpinan Muhammad Yahya Fuad masih terdapat program belum sesuai dengan harapan. Untuk itu, hadirnya Lilis akan meneruskan estafet sang suami. 

"Sebetulnya melihat perkembangan Kebumen dimana Bu Lilis ingin menyelesaikan program sebelumnya," tuturnya.

Selain itu, kata Arif, Lilis berkeinginan ke depan akan membangun koalisi kebangsaan dengan bersinergi menyatukan basis dari kalangan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai modal menjaring kekuatan. Oleh karenanya, pola yang terbukti dapat menghantarkan Muhammad Yahya Fuad berpasangan dengan Yazid Mahfudz itu tetap di perhitungkan. 

"Masih menggunakan tim lama dan komunikasi tim intens. Tinggal pencet remot saja," pungkasnya. (K24/HFD)

Post a Comment

0 Comments