SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI KEBUMEN24.COM - BERITA KEBUMEN TERKINI Jelang Iuran BPJS Naik, Banyak Masyarakat Pilih Turun Kelas

Jelang Iuran BPJS Naik, Banyak Masyarakat Pilih Turun Kelas



KEBUMEN, Kebumen24.com- Naiknya iuran BPJS Kesehatan yang akan diberlakukan mulai per 1 Januari 2020 mendatang. Banyak menuai respon dari sebagian masyarakat Kebumen dengan mengajukan pindah kelas.

Dari data jumlah kunjungan pelayanan peserta yang datang ke Kantor Cabang BPJS Kebumen. Pada Oktober lalu belum terlihat lonjakan begitu signifikan. Tercatat sebanyak 96 peserta pindah data rubah kelas rawat. Sedangkan untuk November sendiri, per tanggal 25 cukup meningkat tajam yakni sebanyak 340 peserta yang mengajukan hal serupa.


Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kebumen Wahyu Giyanto beberapa waktu lalu menjelaskan, pihaknya tidak memungkiri banyak peserta BPJS yang mulai mengurus penurunan kelas. Kondisi tersebut terlihat sejak pengumuman kenaikan BPJS pada awal November kemarin.

"Terkait penurunan kelas memang ada, kita tidak mempermasalahkan. Pasa prinsipnya oeang kan berhitung dari pada berobat ke Rumah Sakit nambah biaya akhirnya turun kelas," katanya.

Meski demikian, pihaknya menegaskan munculnya penetapan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak berpengaruh pada kinerja, serta tetap akan memprioritaskan pelayanan yang diterima masyarakat. Sebab, kata Wahyu, lahirnya BPJS merupakan salah satu program unggulan pemerintah dari sektor kesehatan.

"Kita harus menjaga kesejukan karena pertama JKN sebagai salah satu progran yang dapat dirasakan masyarakat," jelasnya.
 
Sebelumnya, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Dimana iuran peserta mandiri Kelas II akan meningkat menjadi Rp 110 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 55 ribu. Sementara iuran peserta kelas I naik menjadi Rp 160 ribu dari sebelumnya sebesar Rp 80 ribu. Sedangkan kelas III dari Rp 25.5 ribu menjadi Rp 42 ribu.

Mengutip situs resmi BPJS Kesehatan, penurunan kelas pelayanan hanya dapat dilakukan oleh peserta yang sudah satu tahun menjadi peserta. Penurunan kelas pelayanan juga harus diikuti oleh seluruh anggota keluarga yang terdapat dalam satu kartu keluarga. Dengan demikian, peserta yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta kelas I dan II bisa turun kelas ke kelas rawat II dan III beserta seluruh anggota keluarga.

Selain itu, Wahyu menyebut, kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Kebumen tergolong cukup tinggi. Dari jumlah penduduk sebanyak 1,3 juta, terdapat 62 persen atau 705.000 jiwa termasuk dalam tanggungan penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN. Sedangkan delapan persen atau 93.600 jiwa ditopang PBI menggunakan APBD Kabupaten maupun Provinsi. Adapun kepesertaan mandiri sebanyak 12 persen atau 151.000 jiwa.
 "Jumlah itu masih belum sesuai target kita, masih akan kita maksimalkan lagi," imbuhnya.

Salah satu peserta yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, dirinya mengaku harus mengajukan turun kelas karena mengingat kenaikan tersebut akan berdampak pada kondisi keuangan keluarganya.

"Satu keluarga saya jumlahnya lima orang, bisa dikalikan saja setiap bulan. Kalau bisa jangan naik lah," katanya. (K24/Hfd)

Post a Comment

0 Comments